Tuesday, March 31, 2015

Pertemuan Bukan Kebetulan

Terkadang aku terperangah oleh mekanisme alam yang menghantarkan pesan
Pertemuan yang tak terduga, cerita dibalut canda yang terurai
Aku tak pernah menyangka, akan begini jadinya
Kesulitan dan hambatan menjadi jalan untuk pertemuan kita
Aku butuh bantuan kamu datang mengulurkan tangan
Sekali ini aku mau coba membalas keluhuranmu
Bila kamu butuh aku, sini aku ada bahu dan lengan yang siap merengkuhmu

Setiap hari ada kejadian menakjubkan dalam hidupku. Entahlah, tak pernah aku anggap segalanya biasa. Dalam setiap kesempatan kucoba mencari makna. Lebih dalam dari rasa, lebih jauh dari rona muka. Aku mencoba mengartikan, di balik kata, tersembunyi dalam nada suara. Atau peristiwa itu sendiri seutuhnya mungkin merupakan pesan.

Beberapa bulan terakhir aku bertransformasi. Ia menyadari eksistensinya di muka bumi sebagai ciptaan yang Ilahi. Pada satu titik pikiran mengeluh, merengut, dan takut. Lalu di titik berikutnya ia terbahak dan terbang dengan ringan. Pada satu titik raga melemah, seperti ingin menyerah kalah. Lalu di titik berikutnya ia sumringah dan melangkah tanpa gundah. Pada satu titik jiwa mengaduh, tak ingin menurut pada yang punya hidup. Lalu di titik berikutnya ia ikut, sungguh tunduk dan bersedia dipandu. 

Setiap hariku bagaikan air. Mengalir begitu saja, tanpa kendali dirinya. Bergantung pada wadah, batuan, endapan yang ada di sekitarnya. Tanpa syarat, tanpa perlawanan, air mengalir. 

Senyuman sederhana, bergulir menjadi awal persahabatan. Mungkin suatu saat kita berkarya bersama. Membangun bangsa dengan cara sederhana. 

Terima kasih semesta, terima kasih Tuhan,  sutradara dan penulis naskah terhandal sejagad raya!

terkenang pertemuan dengan mahasiswi S2 calon pendidik hebat. Semoga langkah Anda terus pasti, nantikan kebersamaan kita suatu hari nanti. 

No comments:

Post a Comment