Hai pembaca... kali ini aku ingin bercerita sedikit tentang peran baruku sebagai penolong sesama
Aku kini bekerja sebagai Digital Media Strategist and Event Coordinator di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jahit menjahit.
Aku sedang berkelana jauh dari ranah keilmuanku, rana kehandalanku, memasuki area baru yang sangat asing.
Kata yang memperkerjakanku, ia mencari yang berkemauan bukan yang berkemampuan.
Beberapa minggu terakhir aku mengisi kepala dengan ilmu baru tentang pemasaran digital dan kewirausahaan. Aku berkenalan dengan mekanisme optimisasi mesin pencari dan bagaimana menarik pengunjung menjadi pelanggan. Aku belajar dan terus belajar.
Sekolah kehidupan yang tak menawarkan gelar ini entah kapan durasinya. Aku berharap masih puluhan tahun lagi usainya. Karena aku sangat menikmati bahan ajar dan rekan belajarku.
Follow my blog with Bloglovin
Showing posts with label SFWS. Show all posts
Showing posts with label SFWS. Show all posts
Tuesday, April 28, 2015
Thursday, April 23, 2015
Belajar Mencintai Diri Sendiri
Sejak lahir sampai beberapa bulan lalu, aku tak pernah mengalami masalah berat badan. Tubuhku sering dipuji karena bentuknya yang pas, perut yang rata dan terlihat menarik. Tapi aku merasa tetap ada yang kurang. Dulu kulitku memang penuh jerawat. Maka meski terlontar pujian untuk hal lain, namun aku tetap merasa kurang cantik karena kondisi kulitku.
Sekarang berbaliklah keadaan itu. Wajahku makin sedikit jerawatnya, namun tubuhku makin berisi dan lemak terrtimbun di mana-mana. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena aku makin bahagia. Makin bertambah usia aku makin handal mengelola hidup dengan segala kesulitannya. Aku juga kini punya sahabat sekaligus pacar yang menjadi penyeimbang hidupku. Setelah masa kuliah aku pulang ke rumah tempat makanan lezat selalu tersedia.
Seumur hidup aku tidak pernah sengaja mengurangi makan atau berolahraga untuk mengurangi berat badan. Seringkali ketika beratku bertambah, tak lama kemudian aku sakit sehingga tubuhku menciut kembali. Namun sekarang aku harus mengatur pola makan, harus rutin berolahraga.
Bukan karena aku tidak suka tubuhku, justru inilah wujud cintaku.
Aku mau ia tangguh dan kuat menjadi wadah jiwaku yang aktif dan penuh energi
Aku mau ia tak lagi rapuh untuk membawaku ke tempat-tempat jauh
Aku mau aku menghadap Tuhan karena memang saatku tiba, bukan karena tubuhku kehilangan fungsinya
Aku masih muda, namun siapa yang bisa menerka usia manusia
Maka selama nafasku berhembus dan jantungku berdetak, aku mau rawat tubuh pemberian Tuhan
Saat aku tersinggung oleh perkataan orang lain tentang tubuhku, sesungguhnya hal itu menjadi sarana bagiku memeriksa diri. Bentuk tubuh yang ramping dan kencang, wajah yang bebas jerawat dan bersinar, rambut yang lebat dan berkilau, merupakan konsekuensi logis dari gaya hidup yang menghargai pemberian Tuhan.
Doakan aku rekan-rekan, semoga suatu hari dapat kusajikan foto dengan tubuh yang lebih sehat dan kuat.
Monday, April 6, 2015
Peringatan Hadir di Bumi
Malam pembaca... dalam 1 jam, hari berganti.
Esok bukan hari ulang tahunku lagi
Hari ini setelah sekian lama, kurayakan kembali hari kehadiranku di bumi, bersama keluargaku
Aku membuka mata pagi tadi diiringi lagu "Happy Birthday" yang mengalun dari piano. Ibuku yang memainkannya.
Tidak ada teman yang menunggu dengan kue di tangan, tidak ada sahabat yang tiba-tiba menyatakan perasaan, haha, sungguh cerita lama...
Pergantian umurku kini terasa biasa.
Aku tidak merasa hani ini jadi luar biasa.
Perayaan merupakan peringatan.
"Waktumu makin pendek", bisik Sang Takdir.
Aku sepanjang hari merenung apa yang hendak kulakukan di sisa umurku.
Belum sempat benar memutar balik ingatan tentang apa yang berhasil kuraih.
Aku lebih fokus pada apa yang belum kucapai dan ingin (akan) digapai dalam waktu dekat.
Ulang tahun kali ini bukan tiada kesan, tapi kumaknai dengan beda.
Karena seyogyanya, setiap hari sungguhlah hadiah dari Yang Maha Kuasa.
Bila boleh kuberseru ya Bapa, tambahkanlah kepadaku hati yang ringan dan pikiran yang bijaksan. Buat aku selayaknya bagiMu. Biar hidupku menjadi jejak pekerjaanMu. Semoga dalam setiap kesulitan dan kemunafikan Kau sudi temani aku menjalaninya.
Esok bukan hari ulang tahunku lagi
Hari ini setelah sekian lama, kurayakan kembali hari kehadiranku di bumi, bersama keluargaku
Aku membuka mata pagi tadi diiringi lagu "Happy Birthday" yang mengalun dari piano. Ibuku yang memainkannya.
Tidak ada teman yang menunggu dengan kue di tangan, tidak ada sahabat yang tiba-tiba menyatakan perasaan, haha, sungguh cerita lama...
Pergantian umurku kini terasa biasa.
Aku tidak merasa hani ini jadi luar biasa.
Perayaan merupakan peringatan.
"Waktumu makin pendek", bisik Sang Takdir.
Aku sepanjang hari merenung apa yang hendak kulakukan di sisa umurku.
Belum sempat benar memutar balik ingatan tentang apa yang berhasil kuraih.
Aku lebih fokus pada apa yang belum kucapai dan ingin (akan) digapai dalam waktu dekat.
Ulang tahun kali ini bukan tiada kesan, tapi kumaknai dengan beda.
Karena seyogyanya, setiap hari sungguhlah hadiah dari Yang Maha Kuasa.
Bila boleh kuberseru ya Bapa, tambahkanlah kepadaku hati yang ringan dan pikiran yang bijaksan. Buat aku selayaknya bagiMu. Biar hidupku menjadi jejak pekerjaanMu. Semoga dalam setiap kesulitan dan kemunafikan Kau sudi temani aku menjalaninya.
Thursday, April 2, 2015
Sedikit Lebih Banyak Tentang Saya
Pagi Pembaca....
Saya kali ini ingin sedikit bercerita tentang diri saya sendiri dan mengapa menulis menjadi salah satu kegiatan utama saya saat ini.
Saya berinisial SFWS yang dua kata pertamanya tentu pembaca tahu terdiri dari apa, hehehhee
Saya lahir dan besar di Ibukota Republik Indonesia hingga pindah ke Ibukota Jawa Barat untuk melamjuitkan studi di perguruan tinggi. Saya belajar Biologi di sebuah institut berlambang Ganesha selama tepat empat tahun.
Status mahasiswi brilian super aktif di berbagai kegiatan itu telah dengan berat hati saya lepaskan lima bulan lalu. Sekarang saya belum punya penghasilan tetap, tapi selalu ada pekerjaan. Upah bulanan saya bukan uang, tapi rahmat dari Sang Pencipta, berupa kesehatan, kasih sayang, keluarga, dan sahabat. Setiap peluang dan ilmu yang saya dapatkan saya rasakan sebagai bonus atas hasil kerja saya. Ya, buat saya, hidup saya merupakan pekerjaan. So I literally work 24 hours 7 days a week. Even in my dream I'm still working.
Sampai hari ini saya mengamini bahwa misi saya di dunia adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. Sampai hari ini saya berusaha mewujudkannya dengan membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat, serta mempersiapkan kelahiran manusia baru jauh sebelum mereka datang ke dunia. Mudah-mudahan saya bisa sedikit-sedikit membagi mimpi saya kepada Anda, dan syukur kepada Tuhan bila ada yang memiliki mimpi serupa, saya pasti butuh bantuan Anda.
Mimpi saya terasa besar, jauh, dan maha berat. Mimpi itu berangkat dari pengalaman saya sendiri yang memutuskan tidak mengambil jalur karier sesuai kesarjanaan saya dan kondisi keluarga saya yang penuh konflik hingga sekarang. (Hmm. kalau nanti berkesempatan ketemu saya dan keluarga saya lalu tidak percaya bahwa kami cakar-cakaran, mungkin saya saja yang berlebihan menghitung rebutan sepatu sebagai konflik hehehhee).
Lulus cepat dari perguruan tinggi terkemuka dengan prestasi akademik yang gemilang tidak menjadi jaminan karier. Saya banyak mendengar itu di berbagai artikel mengenai orang yang putus kuliah bahkan putus sekolah kemudian menjadi orang sukses. Namun untuk saya, mengapa hal itu tidak menjadi jaminan, karena setelah lulus saya merasa hilang arah. Saya hanya tahu pasti saya tersiksa bekerja di dalam laboratorium berjam-jam maka saya tidak mau jadi peneliti biologi. Tapi kalau tidak demikian, lalu apa?
Ada masa-masa saya membenarkan diri saya yang belum mau memikirkan masa depan dengan menikmati waktu santai yang sulit didapatkan selama kuliah. Sebulan lebih saya bangun siang, nonton tivi, tidur, makan, nonton tivi lagi, begitu seterusnya. Sampai pada satu titik saya mulai bosan dan mencari kegiatan.
Awal tahun ini saya mengambil kursus tata rambut di sebuah sekolah kecantikan ternama di Jakarta. Lain kali saya pasti buat ulasan tentang kursus tersebut. Saking tertekannya ingin berhasil dalam kursus sehingga dapat menerima klien, dan segala kekhawatiran akan kondisi finansial saya dan keluarga, saya terpuruk sakit hingga dirawat inap beberapa hari. Lain kali juga saya akan buat ulasan mengenai rumah sakit tempat saya lahir dan besar di daerah Salemba.
Dalam kondisi sakit kemudian saya jadi punya banyak waktu ngobrol dengan pencipta saya, yang saya imani sebagai Tuhan. Paling tidak ketika sakit, saya menyadari bahwa kesehatan adalah rejeki yang luar biasa melimpah. Memang ya, terkadang kita menghargai suatu hal saat sudah tak kita miliki lagi. Beruntung dan bersyukur benar akhirnya perlahan saya fit kembali.
Selama saya beristirahat di rumah sesungguhnya merupakan waktu pencerahan dalam hidup saya. Banyak membaca blog, merenung, menulis, kemudian berbincang dengan Tuhan, saya makin mengerucutkan hal-hal yang akan saya lakukan dalam waktu dekat.
Bulan lalu saya berkesempatan mendampingi teman-teman untuk seleksi lomba skala mancanegara di bidang biologi. Sambil pula menikmati kehidupan di kota sejuk tempat saya bertransformasi. Pertemuan-pertemuan dengan manusia-manusia di sekitar saya, obrolan dan kerinduan yang ternyata menggema, semakin menguatkan saya untuk melakukan apa yang saya lakukan sekarang.
Maka di sinilah saya, berusaha membuat tulisan setiap hari bagi Anda yang sudi membaca. Saya akan berusaha terus produktif dan meningkatkan kualitas tulisan saya, karena apalah arti semua ini bila pembaca tak menikmatinya.
Sekian dahulu cerita tentang saya kali ini, semoga bermanfaat dan nantikan terus tulisan saya ya.... hehehe.....
Saya kali ini ingin sedikit bercerita tentang diri saya sendiri dan mengapa menulis menjadi salah satu kegiatan utama saya saat ini.
Saya berinisial SFWS yang dua kata pertamanya tentu pembaca tahu terdiri dari apa, hehehhee
Saya lahir dan besar di Ibukota Republik Indonesia hingga pindah ke Ibukota Jawa Barat untuk melamjuitkan studi di perguruan tinggi. Saya belajar Biologi di sebuah institut berlambang Ganesha selama tepat empat tahun.
Status mahasiswi brilian super aktif di berbagai kegiatan itu telah dengan berat hati saya lepaskan lima bulan lalu. Sekarang saya belum punya penghasilan tetap, tapi selalu ada pekerjaan. Upah bulanan saya bukan uang, tapi rahmat dari Sang Pencipta, berupa kesehatan, kasih sayang, keluarga, dan sahabat. Setiap peluang dan ilmu yang saya dapatkan saya rasakan sebagai bonus atas hasil kerja saya. Ya, buat saya, hidup saya merupakan pekerjaan. So I literally work 24 hours 7 days a week. Even in my dream I'm still working.
Sampai hari ini saya mengamini bahwa misi saya di dunia adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. Sampai hari ini saya berusaha mewujudkannya dengan membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat, serta mempersiapkan kelahiran manusia baru jauh sebelum mereka datang ke dunia. Mudah-mudahan saya bisa sedikit-sedikit membagi mimpi saya kepada Anda, dan syukur kepada Tuhan bila ada yang memiliki mimpi serupa, saya pasti butuh bantuan Anda.
Mimpi saya terasa besar, jauh, dan maha berat. Mimpi itu berangkat dari pengalaman saya sendiri yang memutuskan tidak mengambil jalur karier sesuai kesarjanaan saya dan kondisi keluarga saya yang penuh konflik hingga sekarang. (Hmm. kalau nanti berkesempatan ketemu saya dan keluarga saya lalu tidak percaya bahwa kami cakar-cakaran, mungkin saya saja yang berlebihan menghitung rebutan sepatu sebagai konflik hehehhee).
Lulus cepat dari perguruan tinggi terkemuka dengan prestasi akademik yang gemilang tidak menjadi jaminan karier. Saya banyak mendengar itu di berbagai artikel mengenai orang yang putus kuliah bahkan putus sekolah kemudian menjadi orang sukses. Namun untuk saya, mengapa hal itu tidak menjadi jaminan, karena setelah lulus saya merasa hilang arah. Saya hanya tahu pasti saya tersiksa bekerja di dalam laboratorium berjam-jam maka saya tidak mau jadi peneliti biologi. Tapi kalau tidak demikian, lalu apa?
Ada masa-masa saya membenarkan diri saya yang belum mau memikirkan masa depan dengan menikmati waktu santai yang sulit didapatkan selama kuliah. Sebulan lebih saya bangun siang, nonton tivi, tidur, makan, nonton tivi lagi, begitu seterusnya. Sampai pada satu titik saya mulai bosan dan mencari kegiatan.
Awal tahun ini saya mengambil kursus tata rambut di sebuah sekolah kecantikan ternama di Jakarta. Lain kali saya pasti buat ulasan tentang kursus tersebut. Saking tertekannya ingin berhasil dalam kursus sehingga dapat menerima klien, dan segala kekhawatiran akan kondisi finansial saya dan keluarga, saya terpuruk sakit hingga dirawat inap beberapa hari. Lain kali juga saya akan buat ulasan mengenai rumah sakit tempat saya lahir dan besar di daerah Salemba.
Dalam kondisi sakit kemudian saya jadi punya banyak waktu ngobrol dengan pencipta saya, yang saya imani sebagai Tuhan. Paling tidak ketika sakit, saya menyadari bahwa kesehatan adalah rejeki yang luar biasa melimpah. Memang ya, terkadang kita menghargai suatu hal saat sudah tak kita miliki lagi. Beruntung dan bersyukur benar akhirnya perlahan saya fit kembali.
Selama saya beristirahat di rumah sesungguhnya merupakan waktu pencerahan dalam hidup saya. Banyak membaca blog, merenung, menulis, kemudian berbincang dengan Tuhan, saya makin mengerucutkan hal-hal yang akan saya lakukan dalam waktu dekat.
Bulan lalu saya berkesempatan mendampingi teman-teman untuk seleksi lomba skala mancanegara di bidang biologi. Sambil pula menikmati kehidupan di kota sejuk tempat saya bertransformasi. Pertemuan-pertemuan dengan manusia-manusia di sekitar saya, obrolan dan kerinduan yang ternyata menggema, semakin menguatkan saya untuk melakukan apa yang saya lakukan sekarang.
Maka di sinilah saya, berusaha membuat tulisan setiap hari bagi Anda yang sudi membaca. Saya akan berusaha terus produktif dan meningkatkan kualitas tulisan saya, karena apalah arti semua ini bila pembaca tak menikmatinya.
Sekian dahulu cerita tentang saya kali ini, semoga bermanfaat dan nantikan terus tulisan saya ya.... hehehe.....
Subscribe to:
Posts (Atom)