Sejak lahir sampai beberapa bulan lalu, aku tak pernah mengalami masalah berat badan. Tubuhku sering dipuji karena bentuknya yang pas, perut yang rata dan terlihat menarik. Tapi aku merasa tetap ada yang kurang. Dulu kulitku memang penuh jerawat. Maka meski terlontar pujian untuk hal lain, namun aku tetap merasa kurang cantik karena kondisi kulitku.
Sekarang berbaliklah keadaan itu. Wajahku makin sedikit jerawatnya, namun tubuhku makin berisi dan lemak terrtimbun di mana-mana. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena aku makin bahagia. Makin bertambah usia aku makin handal mengelola hidup dengan segala kesulitannya. Aku juga kini punya sahabat sekaligus pacar yang menjadi penyeimbang hidupku. Setelah masa kuliah aku pulang ke rumah tempat makanan lezat selalu tersedia.
Seumur hidup aku tidak pernah sengaja mengurangi makan atau berolahraga untuk mengurangi berat badan. Seringkali ketika beratku bertambah, tak lama kemudian aku sakit sehingga tubuhku menciut kembali. Namun sekarang aku harus mengatur pola makan, harus rutin berolahraga.
Bukan karena aku tidak suka tubuhku, justru inilah wujud cintaku.
Aku mau ia tangguh dan kuat menjadi wadah jiwaku yang aktif dan penuh energi
Aku mau ia tak lagi rapuh untuk membawaku ke tempat-tempat jauh
Aku mau aku menghadap Tuhan karena memang saatku tiba, bukan karena tubuhku kehilangan fungsinya
Aku masih muda, namun siapa yang bisa menerka usia manusia
Maka selama nafasku berhembus dan jantungku berdetak, aku mau rawat tubuh pemberian Tuhan
Saat aku tersinggung oleh perkataan orang lain tentang tubuhku, sesungguhnya hal itu menjadi sarana bagiku memeriksa diri. Bentuk tubuh yang ramping dan kencang, wajah yang bebas jerawat dan bersinar, rambut yang lebat dan berkilau, merupakan konsekuensi logis dari gaya hidup yang menghargai pemberian Tuhan.
Doakan aku rekan-rekan, semoga suatu hari dapat kusajikan foto dengan tubuh yang lebih sehat dan kuat.
No comments:
Post a Comment