Pembaca, kekosongan kemarin bukanlah strategi pemasaran. Memang penulis sedang kewalahan menjadi pekerja di kota metropolitan sehingga kehabisan waktu untuk mengisi blog.
Saya sedang mencari ilmu di sebuah agen mesin jahit, yang bermimpi menjadikan siapa saja menikmati menjahit. Kami tim kecil, terikat darah dan terhubung karena perkawinan. Kami mengerahkan segala yang kami punya untuk mengembangkan bisnis ini.
Mengapa mencari ilmu di sini? Karena sesungguhnya kami tidak menghasilkan produk sendiri. Semua barang berasal dari rekanan kerja kami. Yang sungguh orisinil dari kami adalah pelayanan kami. Meski kami menyediakan barang, yang terutama kami kedepankan adalah kepuasan pelanggan. Maka segala cara dan sarana ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hingga mereka puas.
Tak menyangka akan begini rencana Yang Berkehendak. Belum seminggu terlibat begitu banyak hal yang kukerjakan, dan merupakan kali pertama. Aku belajar bagaimana membuat kartu nama, berkenalan dengan calon rekanan, melihat cara bu bos berinteraksi dengan pelanggan, calon pelanggan, dan calon rekanan. Sistematika berpikir dan eksekusi dalam menjalankan bisnis juga terus aku kembangkan. Bagaimanapun kami mencari penghidupan dari bisnis ini, maka mendapatkan profit sebesar-besarnya juga perlu kami terus pikirkan.
Satu tantangan besar juga membuatku belajar gila-gilaan kali ini. Untuk pertama kalinya aku bekerja dengan saudara kandungku. Kami hebat di dunia kami masing-masing, terpuji dan terakui oleh siapapun di sekitar kami. Tapi kami bagai air dan minyak. Air dan minyak melarutkan benda yang berbeda. Seharusnya kami saling melengkapi namun yang sekarang masih membayangi, kesakitan dan penderitaan karena pertengkaran masa kecil yang belum selesai secara pribadi diolah dan disembuhkan.
Aku mengalami mental breakdown cukup parah. Berulang dan dalam jangka waktu dekat. Luar biasa sekali ini ternyata borok dan nanah yang terabaikan. Kucoba meneguhkan hati untuk menjalani ini sebagai sebuah pendidikan dari yang Ilahi. Aku tak pernah sebegini tak berdayanya menghadapi rekan kerja. Sungguh sulit merendahkan hati, menurunkan harga diri, dan memancarkan kasih yang suci. Bahkan romo di misa sore kemarin mengingatkan umat, maka aku juga termasuk, untuk menjadi agen perdamaian dengan menciptakan kedamaian dalam diri sendiri. Be the agent of peace, by having the peace within.
Sulit rasanya pembaca, doakan aku yang sedang berjuang. Untuk selalu taat pada setiap perutusanNya. Amin.
No comments:
Post a Comment