Merayakan malam Paskah, kembali mensyukuri kesempatan untuk bersama dengan keluarga.
Bagian termenyentuh buatku adalah ketika umat meneguhkan kembali janji baptisnya.
Aku sendiri baru berumur 5 hari saat dibaptis, ibuku yang mengucapkan janji itu.
Seperti terjebak ya, haha, tidak tahu apa-apa sudah didaftarkan menjadi anggota Gereja Katolik (g huruf kapital, berarti merujuk pada Gereja sebagai komunitas bukan gereja sebagai tempat ibadah).
Pembaruan janji baptis semalam kurasakan seperti pegawai perusahaan yang memperpanjang kontraknya. Keanggotaan di Gereja Katolik yang ditandai dengan pembaptisan bersifat permanen, namun janji baptis itu sesungguhnya ditujukan pada Allah Bapa di surga. Mengucapkannya lagi, secara otomatis memperbaiki hubungan kerja sama antara Allah dan manusia.
Aku mendapat satu pemahaman bahwa aku lebih merasa pantas menyebut diri pengikut Kristus daripada umat Katolik. Katolik adalah agama, buatan manusia, Yesus pun bukan Katolik atau Kristen semasa hidupnya. Katolik merupakan organisasi yang memiliki sistem super kece hingga mampu bertahan ribuan tahun sejak pertama kali Rasul Petrus mendirikan Gereja perdana. Hukum, dogma, dan peraturan agama bisa jadi tidak sepenuhnya cocok, bisa jadi suatu hari berubah. Sebagaimana sekarang umat Katolik merayakan ekaristi dengan bahasa masing-masing tidak lagi bahasa latin seperti ratusan tahun lalu. Namun buatku yang pasti, Yesusku masih yang itu, Allahku tetap yang itu. Kematian dan kebangkitan Yesus menjamin keselamatanku. Nyata dan jelas bahwa kehadiranku di dunia adalah kehendak Bapa di surga. Yang pasti tidak berubah adalah Allah mencintaiku. Dan kepadaku telah dititipkan kerinduan untuk mengenalNya dan melakukan kehendakNya, maka di sinilah aku bekerja keras memenuhi kerinduan diriku sebagai ciptaan.
Selamat Paskah!
Lagu ini aku dan saudariku sebut sebagai "Lagu Mama", karena ibu kami terharu berat kalau nyanyi lagu ini. Kami bertiga memang baptis bayi, tapi orangtua kami baptis dewasa. Merekalah yang memilih hidup dengan cara ini. Hidup mereka tidak akan jadi seperti hari ini kalau mereka tidak memilih jadi pengikut Kristus.
Lirik
1. Syukur kepadaMu Tuhan Sumber segala rahmat.
Meski kami tanpa jasa, Kau pilih dan Kau angkat.
Dosa kami Kau ampuni, Kau beri hidup ilahi
Kami jadi PutraMu.
Meski kami tanpa jasa, Kau pilih dan Kau angkat.
Dosa kami Kau ampuni, Kau beri hidup ilahi
Kami jadi PutraMu.
2. Kau Tumbuhkan dalam hati, Pengharapan dan Iman.
Kau kobarkan cinta suci, dan semangat berkorban.
Kami Kau lahirkan pula untuk hidup bahagia.
Dalam kerajaanMu.
3. Kami hendak mengikuti, Jejak Yesus Sang Abdi.
Mengamalkan cinta bakti di masyarakat kami.
Syukur kepadaMu Tuhan, Atas baptis yang mulia.
Tanda rahmat dan iman.
No comments:
Post a Comment